KOLESTEROL TINGGI

Penyebab Kolesterol Tinggi

Ada banyak hal yang menjadi penyebaeb atau pemicu timbulnya kolesterol tinggi dalam darah. Penyebab meningktaknnya kadar kolesterol paling banyak disebabkan oleh asupan makanan yang banyak mengandung lemak jenuh, pola hidup yang tidak sehat dan seimbang, gaya hidup yang salah dan kebiasaan buruk yang menjadi rutinitas sehari-hari.
Berikut ini ada 2 faktor penting yang menjadi penyebab dari kolesterol yang semakin meningkat, diantaranya adalah :
1. Faktor yang tidak dapat dikontrol
a. Keturunan. Apabila ada keluarga yang berkolesterol tinggi, maka besar kemungkinannya anak memiliki bakat unutk mempunyai kolesterol yang tinggi, resiko adanya suatu gangguan kesehatan biasa 6 kali lebih besar menimpa anak dibanding orang tua.
b. Usia. Setelah usia 20, kolesterol cenderung meningkat. Pada pria, kolesterol akan mudah naik setelah umur 50 tahun. pada wanita, kolesterol akan mudah untuk naik setelah menopause.
2. Faktor yang daat dikontrol
a. Makanan telalu banyak lemak jenuh, seperti mentega, biskuit, dan fast food (makanan siap saji)
b. kelebihan berat badan
c. Kurang berolahraga
d. Merokok
e. Gaya hidup yang tidak sehat
f. Stress
g. Diabetes mellitus
h. Minum kopi berlelbihan
i. Diet yang salah
j. Obesitas
Adapula penyebab lainnya dari timbulnya kolesterol jahat dalam tubuh atau darah, yakni :
1. Konsumsi makanan yang tidak sehat
Banyak mnegonsumsi makanan yang tidak sehat hanya akan membuat tubuh semakin mudah terserang penyakit dan mengalami banyak keluhan gangguan kesehatan. Makanan yang umumnya kita konsumsi sehari-hari pastinya mengandung lemak, namun lemak tak selamanya buruk bagi tubuh asalkan kadar lemak yang kita peroleh dari berbagai sumber makanan tak melebihi batas normal. Banyak mengonsumsi makanan yang tinggi lemak atau lemak jenuh akan membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh yang salah satunya adalah kolesterol.
Berikut ini ada tabel dari jenis makanan yang memiliki kadar kolesterol dari tiap mg/10 gr :
Tabel diatas adalah tabel jumlah kolesterol pada makanan yang boleh dikonsumsi dan tidak boleh dikonsumsi oleh penderita kolesterol.
2. Kurang aktivitas fisik
Terlalu banyak diam atau jarang bergerak hanya akan membuat tubuh semakin lemah dan fungsi kerja organ tubuh tidak optimal. Lakukanlah olahraga fisik minimal 2-3 kali dalam seminggu selama 30 menit per session. Olahraga yang teratur dan sesuai dengan kemampuan dapat membantu dalam menurunkan kadar kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.
3. Merokok
Rokok yang mengandung bahan kimia berbahaya bagi kesehatan tubuh yang juga mempengaruhi sistem kardiovaskular dalam berbagai cara, termasuk menurunkan kadar oksigen dan memicu kerusakan pada jantung. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Adam Gepner dari sebuah University of Wisconsin School of Medicine and Public Health di Madison, Amerika Serikat, mengungkapkan bahwa rokok dapat meningkatkan kolesterol jahat dalam darah dan membunuh kolesterol baik.
4. Umur dan jenis kelamin
Umur dan jenis kelamin juga mempengaruhi seseorang untuk terserang kolesterol. Kolesterol dulu menghinggapi seseorang ketika usia tua, namun kini usia muda pun rentan dengan kolesterol yang secara perlahan mulai meningkat. Umumnya kolesterol hinggap pada pria ketika memasuki usia 40 tahun keatas dan pada wanita umumnya ketika memasuki masa menopause.
5. Berat badan berlebih
Jika seseorang kelebihan berat badan identik dengan tubuh yang menyimpan banyak lemak dan kalori. Seseorang yang kelebihan berat badan pastinya rentan terhadap suatu penyakit, bahkan penyakit kolesterol pun siap mengintai. Semakin banyak lemak dan kolesterol yang terkandung dalam darah, semakin buruk keadaan dan tingkat kesehatan akan mengalami gangguan. Untuk itu disarankan melakukan diet sehat, mengurangi asupan makanan yang mengandung lemak jenuh.

Kolesterol Tinggi

Pada dasarnya kolesterol dapat diturunkan dan dicegah sebelum beranjak menjadi kolesterol jahat dalam tubuh yang dapat mengancam penyakit yang dibawa karena kolesterol itu muncul. Sebenarnya kolesterol dapat diturunkan tanpa harus menggunakan obat-obatan medis atau obat-obatan kimia, karena banyak cara untuk mencegah dan menurunkan kolesterol agar tetap terkendali.
Kolesterol dalam darah akan semakin meningkat, hal ini disebabkan oleh adanya asupan makan yang banyak mengandung lemak jenuh dan gaya hidup yang cenderung tidak teratur dan seimbang. Penyumbang kolesterol yang paling tinggi yang telah diolah menjadi bahan makanan tertentu umumnya banyak berasal dari sumber produk hewani, seperti daging, susu dan telur.
Tubuh memang memerlukan kolesterol untuk membantu membentuk dinding sel, sebagai bahan dasar dari pembentukan hormon-hormon steroid dan sebagai sumber energi bagi tubuh. Kolesterol secara alami telah dihasilkan oleh tubuh yang berasal dari organ hati yang menyumbang kolesterol hingga 80 % dan 20 % lainnya berasal dari sumber makanan dan minuman yang dikonsumsi setiap harinya.
Umumnya mereka yang memiliki kadar kolesterol tinggi dalam tubuh tidak menunjukkan gejala apapun, namun ketika dilakukan suatu pemeriksaan pada tes laboratorium akan terlihat bahwa kadar kolesterol dalam darah telah melebihi batas normal. Jika kadar koloesterol dalam darah meningkat naik, akan menimbulkan efek negatif pada tingkat kesehatan dan gangguan penyakit yang diakibatkan oleh kolesterol seperti sakit jantung, stroke, maupun penyempitan pembuluh darah.
Sumber makanan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah semakin meningkat seperti kuning telur, cumi-cumi, otak sapi, telur puyuh dan minuman yang sangat berbahaya adalah minuman beralkohol, seperti bir, tuak, dan minuman yang dibuat dengan ragi.

Kolesterol Tinggi Cara Mengatasi

Kadar kolesterol tinggi biasanya tidak menimbulkan gejala. Hal ini membuat kita sulit untuk mengetahui kapan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter unutk pertama kali. Umumnya, kadar kolesterol tinggi diketahui secara tidak sengaja saat menjalani pemeriksan kesehatan rutin. Ada empat alasan utama mengapa Anda mungkin menjalani pemeriksaan kolesterol dan cara mengatasi kolesterol tinggi.
-  Anda mungkin ditawari pemeriksaan kolesterol sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatna umum (general check) untuk menilai risiko kardiovaskular Anda (skrining).
- Anda mungkin disarankan unutk menjalani pemeriksaan tersebut karena anda memiliki faktor risiko kardiovskular lain atau mengidap penyakit kardiovaskular. ]
-  Anda menunjukkan gejala dislipidemia (misalnya deposir kolesterol pada kelopak mata atau tendon).
-  Anda memiliki kerabat yang baru saja didiagnosis memiliki kolesterol tinggi.
kolesterol
Gejala-gejala kolesterol tinggi pada umumnya tidak begitu tampak. Baru bila kadar kolesterol sangat meningkat, tampaklh bercak-bercak kuninig tebal yang khas pada kulit, terutama pada kelopak mata, di siku dan tumit. Disebabkan kadar kolesterol tinggi seringkali tidak menimbulkan gejala, orang sering kali tidak sadar bahwa mereka meyandang hiperkolesterolemia familial atau kelainan lipid turunan lainnya. Mereka tidak sadar sampai mereka (atau anggota keluarganya) mengalami episode penyakit jantung yang serius, umumnya pada usia yang lebih dini dari biasanya. Prosedur skrining saat ini sedang dievaluasi untuk memperbaiki keadaan ini dan menyediakan bantuan medis bagi orang yang tidak menyadari bahwa mereka memerlukan bantuan.
Gejala kolesterol tinggi muncul juga dapat diakibatkan oleh pola makan yang tidak sehat, banyak mengkonsumsi makanan atau minuman yang memiliki kadar kalori tinggi, lemak jenuh, obesitas yang tidak terkendali, merokok dan kurang olahraga.  Penyebab lainnya yang memunculkan gejala kolesterol tinggi ini adalah diet tinggi lemak jenuh, kolesterol dan kalori berlebihan, sirosis, diabetes mellitus, penurunan fungsi kelenjar tiroid, hiperaktivitas kelenjar pituitari, gagal ginjal, penyalah gunaan alkohol  secara akut, pemakaian obat-obatan tersebut dan faktor keturunan.
Tidnakan pertama untuk menghindari kolesterol tinggi dan dengan demikian memperkecil risiko terhadap PJP adalah mejaankan diet yang ketat dan konsekuen. Di samping itu perlu sekali untuk berhenti merokok dan secara teratur melakukan gerak badan atau olahraga.
Diet sehat. Sebagai pedoman untuk diet yang sehat dapat diikuti anjuran-anjuran dari Dewan Gizi negara Barat (termasuk negeri Belanda dan AS). Diet hendaknya cukup bervariasi dengan jumlah kalori terbatas sampai 2.200-3.000 kkal untuk pria, tergantung dari usia, berat badan dan perkerjaan ringan atau berat yang dilakukan dan untuk wanita 1.800-2.300 kkal.
Lemak. Hendaknya dibatasi sampai 30% dari jumlah kalori total (energi %), yakni rata-rata 30-50 gra minyak, margarin diet (becel) atau mentega, tidak terhiutang lemak yang terdapat dalam daging, ikan, susu, dan telur. Juga tidak termasuk lemak “tersembunyi” dalam makanan lainnya seperti kue-kue, biskuit, cake, kacang tanah dan cokelat. Lemak ini biasanya mengandung sepertiga sampai separuh dari lemak tak jenuh.

Kolesterol Tinggi Disebabkan Oleh

Kadar kolesterol tinggi dalam darah harus dikendalikan, terutama dengan pengaturan diet menurut pola makan sehat. Sangat dianjurkan tidak banyak makan-makanan yang mengandung lemak dan kalori berlebihan. Di samping itu dianjurkan untuk memilih makanan yang mengandung banyak serat, seperti buah-buahan dan sayuran. Kadang-kadang perlu juga mengkonsumsi obat penurun kadar lemak darah yang sesuai dengan anjuran.
kolesterol
Penelitian mengatakan bahwa faktor keturunan mungkin disebabkan oleh kecenderungan bawaan terhadap kolesterol tinggi dalam darah sebagai akibat memakan-makanan yang mengandung lebih banyak lemak dan kolesterol. Kecenderungan menuju penyakit jantung bawaan juga bisa tercermin dari faktor risiko, seperti diabetes, hipertensi dan obesitas bawaan.
Pemusatan kolesterol darah maupun lemak dalam sel-sel tubuh yang kadarnya tinggi juga dapat disebabkan karena faktor bawaan. Walaupun kecenderungan ini diwarisi, tetapi tidak selalu berkembang. Melihat kondisi karena semakin tua, kemampuan mekanisme kerja bagian-bagian organ tubuh seseorang juga akan semakin menurun. Semakin lama usia organ tubuh itu bekerja maka semakin menumpuk pula kotoran-kotoran, dalam hal ini kolesterol yang menyertai aktivitas organ tubuh tersebut.
Bila pla hidup yang salah dikombinasikan dengan faktor-faktor genetik yang bisa menyebabkan persoalan kolesterol, proses terbentuknya atherosklerosis seolah-olah dipercepat.  Keadaan ini potensial meningkatkan terjadinya penyakit kardiovaskuler pada usia dewasa. Misalnya, pada wanita sebelum masa menopause mempunyai kadar kolesterol lebih rendah daripada pria dengan usia yang sama. Namun setelah menopause, kadar kolesterol LDL pada wanita cenderung meningkat. Faktor inilah yang tidak mungkin dapat diubah.
Orang dengan kolestero tinggi dalam darah umumnya tidak merasakan apa-apa. Umumnya tanpa gejala. Tidak pula disertai keluhan. Kalaupun ada, biasanya tidak khas. Pada mereka yang mewarisi turunan kelebihan lemah dalam darah mungkin memperlihatkan tanda adanya tonjolan kuning berisi lemak di kulit (xanthoma); penebalan lapisan tipis lemak di kulit kelopak mata (xanthelasma); memiliki cincin kelabu di sekitar hitam mata (corneal arcus) sejak usia muda.
Akibat kolesterol tinggi dalam darah baru muncul setelah bertahun-tahun. Prosesnya umumnya sudah dimulai sejak usia muda. Semakin berlemak menu harian yang diberikan sejak usia kanak-kanak, semakin cepatt kemunculan akibat kolesterol tinggi.
Di negara barat, kolesterol dalam darah sudah tinggi sejak usia anak dan remaja. Itu sebab penyakit jantung koroner, stroke, batu empedu, perlemakan hati, gangguan ginjal, sudah muncul pada usia lebih muda. Di kita kini kasus jantung koroner dan stroke cenderung menyerang usia yang lebih muda juga.
Agar kolesterol dalam darah tidak tinggi, ditempuh dengan cara :
  1. Tidak gemuk
  2. Berat badan ideal (tinggi badan-100) – 10% sudah tidak dipakai lagi
Sekarang dipakai Body Mass Index (BMI) yaitu berat badan dalam kilogram dibagi pangkat dua tinggi badan dalam meter. Indeks antara 20-25 dinilai ideal. Lebih dari 25 digolongkan gemuk dan kegemukan, sedang indeks kurang dari 20 digolongkan kurus.

Kolesterol Tinggi dan Cara Mengatasi

Kolesterol tinggi dapat mengakibatkan radang pankreas dan pembesaran hati atau limpa sehingga menimbulkan nyeri perut. Hiperkolesterolemia yang disebabkan oleh faktor keturunan, terdapat riwayat penyempitan pembuluh darah dalam keluarga atau adanya nyeri dada (angina) yang kemungkinan merupakan gejala dari penyakit jantung koroner.
Pengobatan kolesterol tinggi dianjurkan melalui pengobatan media maupun non medis sebagai berikut :
1. Berhenti merokok
2. Hindari konsumsi minuman alkohol secara berlebihan
3. Berolahraga secara teratur untuk meningkatkan kadar HDL dan trigliserida
4. Jalani gaya hidup sehat ddengan diet rendah lemak jenuh dan kolesterol
5. Tingkatkan konsumsi karbohidrat kompleks, buah dan sayu-sayuran
6. Konsumsi makanan berserat yang diketahui dapat mengurangi penyerapan lemak di usus halus, sehingga memicu terjadinya penurunan kadar lemak dalam darah.
7. Minyak ikan yang mengandung asam lemak omega 3 dalam beberaopa kasus dapat menurunkan kadar kolesterol darah
8. Jika ada riwayat hiperlipidemia dalam keluarga, periksa kolesterol darah secara berkala minimal dua kali setiap semester atau (2 kali dalam 6 bulan ). Hal ini untuk menghindari berbagai komplikasi yang tidak diinginkan.
9. Bila terapi non farmakologis telah dilakukan selama 3-6 bulan tetapi kadar lemak belum normal, sebaikbya dikonsultasikan dengan tenaga ahli herbal sebelum meminum obat antihiperlipidemia.

Solusi Sehat Mengatasi Kolesterol Tinggi

Makanan yang mengandung kolesterol tinggi adalah gajih babi, susu sapi, jeroan sapi/babi/kambing, kerang putih, cumi-cumi, kuning telur ayam, otak sapi, daging sapi, udang, lobster, kerang, butter, susu full cream, sosis dan lainnya.
Begitu juga dengan minyak jenuh yang dibuat manusia seperti margarine, yang sebenarnya dari tanaman tapi dibuat sedemikian rupa agar bisa dioles dsb. Makin jenuh minyak itu maka akan makin lezat. Minyaklah yang menyebabkan cita rasa itu enak. Padahal minyak inilah cikal bakal LDL, makin banyak LDL makin tinggi risiko terjadinya berbagai penyakit.

Fungsi kolesterol diantaranya adalah membangun dinding sel, membantu tubuh dalam mengeluarkan hormon (estrogen, testosteron, aldosteron) dan vitamin D. Juga sebagai komponen penting dalam empedu untuk memudahkan pencernaan lemak.
Walaupun kolesterol penting dan diperlukan oleh tubuh kita, kadar kolesterol darah yang tinggi tentu saja tidak baik. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan dinding sel pembuluh darah dan meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit antara lain jantung, stroke, tekanan darah tinggi, obesitas.
Pemeriksaan kadar kolesterol dalam tubuh adalah dengan pemeriksaan darah. Pada pemeriksaan darah, untuk mengetahui kadar kolesterol seseorang, diperiksa kadar kolesterol total, LDL, HDL, trigliserida. Sebelum pemeriksaan kolesterol perlu dilakukan puasa 9-12 jam sebelumnya. Hal ini dimaksudkan agar kadar kolesterol berada pada nilai normal, perlu dibantu dengan pengaturan makan, yaitu menghindari makanan yang mengandung kolesterol tinggi, selain rajin berolahraga.
Olahraga rutin dapat membantu untuk meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) didalam darah. Hindari juga makan-makanan yang mengandung asam lemak jenuh seperti makanan yang digoreng, bersantan, kue-kue dll.
Dampak buruk dari kadar kolesterol jahat yang melebihi ambang batas, yaitu terjadi aterosklerosis atau pengendapan kerak di pembuluh darah sehingga diameter pembuluh darah menyempit.
Jika kadar kolesterol jahat melebihi ambang batas, maka akan menyebabkan terjadinya penyumbatan dinding bagian dalam arteri (asterosklerosis), yang kemudian dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.
Itulah sebabnya sangat perlu dilakukan pengaturan kolesterol dalam tubuh dengan cara menjalankan healthy lifestyle yaitu : diet seimbang (well balanced diet), olahraga, dan berhenti merokok. Disamping itu tingkatkan kadar kolesterol baik dengan cara banyak mengkonsumsi protein nabati, oat, ikan laut (deep seafish) yang kaya lemak omega 3.

Kunci penting dalam mengatur kolesterol dalam tubuh adalah dengan mengatur pola makan dan akitvitas fisik. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengendalikan kolesterol dalam tubuh diantaranya :
1. Pengaturan pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang rendah lemak
2. Memperbanyak makanan berserat
3. Memperbanyak makanan yang banyak mengandung antioksidan seperti sayur dan buah
4. Menghindari rokok dan minuman alkohol
5. Lakukan olahraga secara teratur
Jika tidak mungkin untuk banyak bergerak (aktivitas fisik), siasati dengan pola makan yang tinggi serat. Misalnya serat yang larut seperti agar-agar dan havermut, serat tidak larut, misalnya sayur-sayuran, serta makanan yang mengandung fitosterol (kolesterol alami).

Cara Mengatasi Kolesterol Tinggi

Pada takaran normal, kolesterol sangat dibutuhkan tubuh dan merupakan sumber kalori utama bagi tubuh. Jika asupan kolesterol dari makanan berlebihan, ancaman penyakit jantung dan pembuluh darah pun mengintai. Kunci utama untuk menghindarinya adalah menerapkan diet rendah kolesterol, untuk mempertahankan berat badan normal, menjaga kadar lemak dalam darah pada kisaran normal, dan cukup melakukan aktivitas fisik.
Unsur lemak dalam plasma darah adalah kolesterol (LDL dan HDL), trigliserida, fosfolipid, dan asam lemak bebas. Tiga unsur yang pertama berikatan dengan protein tertentu membentuk lipoprotein, sehingga dapat didistribusikan ke seluruh tubuh. Unsur lemak yang terakhir, berikatan dengan albumin.
Berikut ini beberapa langkah sebagai salah satu upaya dalam menurunkan kolesterol dan menjaga kestabilan kadar kolesterol dalam darah, diantaranya adalah :
Batasi Konsumsi Lemak Jenuh
Prinsip diet rendah kolesterol adalah, jumlah kalori dalam makanan setara dengan jumlah kalori yang digunakan untuk beraktivitas, sehingga tidak terjadi timbunan lemak dalam tubuh. Proporsi diet rendah kolesterol yang baik yaitu: jumlah kalori dari lemak sekitar 30% dari jumlah total kalori yang dibutuhkan perhari.
Dari 30% lemak tersebut sebaiknya 10% kalori berasal dari lemak jenuh, yang banyak terdapat pada makanan hewani, dan sisanya berasal dari lemak tidak jenuh. Batas toleransi konsumsi kolesterol yang aman adalah 300 mg/hari; 50-60% dari total kalori perhari berasal dari karbohidrat dan serat. Yang terakhir sesuaikan kebutuhan kalori untuk mencapai atau mempertahankan berat badan yang diinginkan.
Kontrol Berat Badan
Meski kadar kolesterol tinggi tidak terkait langsung dengan berat badan, kegemukan cenderung menyebabkan peningkatan kadar kolesterol darah. Menurunkan berat badan dapat menurunkan kadar kolesterol. Studi menunjukkan setiap penurunan berat badan 1 kg, HDL meningkat 0.35 mg/dL. Untuk menurunkan berat badan, konsumsi kalori harus lebih sedikit dari kebutuhan tubuh sehingga cadangan lemak dalam tubuh digunakan untuk memenuhi kebutuhan kalori.
Bila berat badan normal, kalori yang berasal dari lemak dapat diganti dengan makanan tinggi karbohidrat sebagai sumber kalori utama pengganti lemak. Bahan yang mengadung tepung dan serat, merupakan sumber terbaik glukosa. Misalnya roti, beras, gandum, buah-buahan serta sayuran. Serat diyakini lebih efektif menurunkan kolesterol karena sifatnya seperti spons, mudah menyerap kolesterol di saluran pencernaan.
Cukup Aktivitas Fisik
Beberapa penelitian melaporkan bahwa latihan fisik dapat meningkatkan kadar HDL, menurunkan resistensi insulin, meningkatkan sensitivitas dan meningkatkan keseragaman fisik, menurunkan trigliserida dan LDL, dan menurunkan berat badan. Olahraga mampu mengkonversi kolesterol menjadi sterol yang kemudian dikonversi lagi menjadi hormon reproduksi. Karena itu, setelah olahraga tubuh menjadi lebih bugar.
Hindari Stres
Stres bukan hanya menurunkan sistem kekebalan tubuh, tapi juga menaikkan kadar kolesterol jahat. Kondisi stres menyebabkan terhambatnya pelepasan serotonin, hormon yang memberikan rasa rileks pada otak. Dari berbagai penelitian ditemukan, hormon stress yaitu adrenalin maupun kortisol, dipercaya bisa mendorong reproduksi kolesterol dalam tubuh.




  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

10 Cara Ampuh Cegah Bau Mulut Saat Puasa

 10 Cara Ampuh Cegah Bau Mulut Saat Puasa – Pada bulan puasa ini, bau mulut merupakan salah satu masalah yang perlu  disiasati. Betapa nikmatnya bila kita dapat berpuasa sekaligus terbebas dari bau tidak sedap mulut kita. Berikut cara-cara efektif agar terhindar dari bau mulut saat bulan puasa, lengkap dengan faktor dan cara mengatasinya.

bau mulut saat puasa lazada indonesia

Faktor Timbulnya Bau Mulut Ketika Puasa

  • Didalam mulut terdapat banyak bakteri yang dapat mengubah sisa-sisa makanan menjadi gas sulfur yang menyebabkan bau mulut.
  • Ketika tidak berpuasa makan, maka mulut akan memproduksi saliva, ketika berpuasa maka produksi saliva akan berkurang, akibatnya bakteri berkembang biak dengan cepat, sehingga akan muncul bau tidak sedap dimulut.
  • Penyebab bau mulut lainnya juga bisa terjadi karena datang dari dalam tubuh, seperti yang dialami pengidap diabetes atau maag.

Tips Mencegah Bau Mulut Saat Puasa

  1. Meminum air putih 8-10 gelas ketika sahur dan berbuka, dapat membantu cegah bau mulut disiang hari. Karena air putih akan meningkatkan produksi saliva (air liur), sehingga mulut terjaga kebersihannya.
  2. Menggosok gigi dengan sempurna dan menggosok lidah, juga dapat mengurangi bau mulut saat puasa. Hal ini bertujuan untuk membersihkan mulut dari partikel makanan yang membusuk dan menyebabkan bau tidak sedap.
  3. Meminum teh hijau tanpa gula saat sahur dan berbuka akan mencegah bau mulut. teh hijau memiliki zat polyphenol yang berguna untuk membersihkan bakteri pada mulut dan saluran pernafasan, meminum teh hijau juga baik untuk perokok karena akan mengurangi peradangan pada rongga dan gangguan pernafasan.
  4. Hindari makanan berbau kurang sedap seperti petai, jengkol atau durian.
  5. Kurangi merokok atau tidak samasekali merokok saat sahur dan berbuka. Tidak merokok juga berkonstribusi besar pada pengurangan bau mulut pada siang hari bulan puasa.
  6. Tidak mengkonsumsi makanan yang lengket seperti cokelat,es krim,biskuit,dan kue basah lainnya. Makanan lengket ini akan lebih sulit untuk dibersihkan, ditambah akan menempel pada gigi dalam waktu lama sehingga menyebabkan bau mulut.
  7. Gunakan obat kumur (mouthwash) untuk hasil mulut yang lebih bersih maksimal.
  8. Gunakan benang gigi (dental Floss) untuk membersihkan sela-sela gigi dari makanan busuk yang menyebabkan bau mulut.
  9. Berolahraga ringan secara teratur menjelang atau sesudah berbuka puasa juga bermanfaat. Olahraga dapat melepaskan zat-zat beracun dalam tubuh termasuk penyebab bau pada mulut. Hindari tidur yang terlalu lama karena hal ini akan memicu bau mulut yang tidak sedap.
  10. Bila telah melakukan cara-cara diatas bau mulut Anda masih juga belum berkurang. Maka konsultasikanlah ke dokter karena bau mulut juga bisa terjadi karena faktor dari dalam tubuh (maag), gangguan pernapasan, diabetes atau penyakit dalam lainnya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

(TUGAS 3) Gagal Jantung Kongestif

Defenisi

Gagal jantung didefinisikan sebagai kondisi dimana jantung tidak lagi dapat memompakan cukup darah ke jaringan tubuh. Gangguan fungsi jantung dapat berupa gangguan fungsi diastolik atau sistolik, gangguan irama jantung, atau ketidaksesuaian preload dan afterload. Gagal jantung kongestif (congestive heart failure) merupakan suatu keadaan saat terjadi bendungan sirkulasi akibat gagal jantung dan mekanisme kompensatoriknya.
 Etiologi
Gagal jantung adalah komplikasi tersering dari segala jenis penyakit jantung kongenital maupun didapat. Mekanisme fisiologis yang menyebabkan gagal jantung meliputi :
1. Meningkatkan beban awal
Keadaan yang meningkatkan beban awal meliputi regurgitasi aorta dan cacat septum ventrikel.
2. Meningkatkan beban akhir
Beban akhir meningkat pada keadaan-keadaan seperti stenosis aorta dan hipertensi sistemik.
3. Menurunkan kontraktilitas miokardium
Kontraktilitas miokardium dapat menurun pada infark miokardium dan kardiomiopati.
Selain ketiga mekanisme fisiologis yang menyebabkan gagal jantung, terdapat faktor-faktor fisiologis lain yang dapat menyebabkan jantung gagal bekerja sebagai pompa. Faktor-faktor yang mengganggu pengisian ventrikel (misal, stenosis katup atrioventrkularis) dapat menyebabkan gagal jantung.
Faktor-faktor yang dapat memicu terjadinya gagal jantung melalui penekanan sirkulasi yang mendadak dapat berupa:
1.Disritmia
Disritmia akan mengganggu fungsi mekanis jantung dengan mengubah rangsangan listrik yang memulai respons mekanis. Respons mekanis yang sinkron dan efektif tidak akan dihasilkan tanpa adanya ritme jantung yang stabil.
2. Infeksi sistemik dan infeksi paru-paru
Respon tubuh terhadap infeksi akan memaksa jantung untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh yang meningkat.
3. Emboli paru
Emboli paru secara mendadak akan meningkatkan resistensi terhadap ejeksi ventrikel kanan, memicu terjadinya gagal jantung kanan
Tabel 1.Penyebab Seluruh Kegagalan Pompa Jantung
Penyebab Seluruh Kegagalan Pompa Jantung
  1. A.     Kelainan Mekanik
    1. Peningkatan Beban Tekanan
      1. Sentral (Stenosis aorta)
      2. Perifer (hipertensi sistemik)
  2. Peningkatan Beban Volume (Regurgitasi katup, peningkatan beban awal)
  3. Obstruksi terhadap pengisian ventrikel (stenosis mitral atau trikuspidal)
  4. Tamponade Perikardium
  5. Pembatasan Miokardium atau Endokardium
  6. Aneurisme Ventrikel
  7. Dissinergi Ventrikel
  8. B.     Kelainan Miokardium (otot)
    1. Primer
      1. Kardiomiopati
      2. Miokarditis
      3. Kelainan Metabolik
      4. Toksisitas (Alkohol, Kobalt)
      5. Presbikardia
  9. Kelainan Disdinamik Sekunder (Akibat Kelainan Mekanik)
    1. Deprivasi Oksigen (Penyakit Jantung Koroner)
    2. Kelainan Metabolik
    3. Peradangan
    4. Penyakit Sistemik
    5. Penyakit Paru Obstruktif Kronis
    6. C.     Perubahan Irama Jantung atau Urutan Hantaran
      1. Tenang (Standstill)
      2. Fibrilasi
      3. Takikardia atau bradikardia ekstrim
      4. Asinkronitas listrik, gangguan konduktif



























Patofisiologi
Kelainan intrinsik pada kontraktilitas miokardium yang khas pada gagal jantung akibat penyakit jantung iskemik, mengganggu kemampuan pengosongan ventrikel yang efektif. Kontraktilitas ventrikel kiri yang menurun mengurangi volume sekuncup dan meningkatkan volume residu ventrikel. Dengan meningkatnya volume akhir diastolik ventrikel, terjadinya peningkatan tekanan akhir diastolik ventrikel kiri. Akibatnya terjadi pula peningkatan tekanan atrium kiri karena atrium dan ventrikel berhubungan langsung selama diastol. Peningkatan tekanana atrium kiri diteruskan ke belakang kedalam pembuluh darah paru-paru, meningkatkan tekanan kapiler dan vena paru-paru. Apabila tekanan hidrostatik anyaman kapiler paru-paru melebihi tekanan onkotik pembuluh darah, akan terjadi transudasi cairan ke dalam interstisial sehingga terjadilah edema interstisial. Peningkatan lebih lanjut dapat mengakibatkan cairan merembes ke dalam alveoli dan terjadilah edema paru.
Tekanan arteri paru-paru dapat meningkat akibat peningkatan kronis tekanan vena paru. Hipertensi pulmonalis meningkatkan tahanan terhadap ejeksi ventrikel kanan. Serentetan kejadian seperti yang terjadi pada jantung kiri, juga akan terjadi pada jantung kanan, dimana akhirnya akan terjadi kongesti sistemik dan edema.
Sebagai respon terhadap gagal jantung ada tiga mekanisme primer yang dapat terjadi yaitu :
1. Peningkatan aktifitas adrenergik simpatik.
Menurunnya volume sekuncup pada gagal jantung akan membangkitkan respon simpatis kompensatorik. Meningkatnya aktivitas adrenergik simpatik merangsang pengeluaran katekolamin dari saraf-saraf adrenergik jantung dan medula adrenal. Denyut jantung dan kekuatan kontraksi akan meningkat untuk menambah curah jantung. Selain itu, juga terjadi vasokonstriksi arteri perifer untuk menstabilkan tekanan arteri dan redistribusi volume darah dengan mengurangi aliran darah ke organ-organ yang metabolismenya rendah seperti kulit dan ginjal untuk mempertahankan perfusi ke jantung dan otak. Venokonstriksi akan meningkatkan aliran balik vena ke sisi kanan jantung dan akan meningkatkan beban awal jantung yang nantinya akan meningkatkan kontraksi dan curah jantung.
2. Peningkatan beban awal melalui aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron.
Penurunan curah jantung pada gagal jantung akan mengakibatkan penurunan aliran darah ginjal dan laju filtrasi glomerulus akibatnya terjadilah pelepasan renin dari aparatus jukstaglomerulus. Interaksi renin dengan angiotensinogen di dalam darah akan menghasilkan angiotensi I. Kemudian akan terjadi konversi angiotensin I menjadi angiotensin II. Angiotensin II akan merangsang sekresi aldosteron dari kelenjar adrenal yang akan meningkatkan reabsorspi natrium pada tubulus distal dan duktus pengumpul.Natrium akan menarik air. Selain itu, angiotensin II jua menghasilkan efek vasokonstriksi yang meningkatkan tekanan darah.
3. Hipertrofi ventrikel.
Respon kompensatorik terakhir pada gagal jantung adalah hipertrofi miokardium atau bertambah tebal dinding miokardium. Hipertrofi akan meningkatkan jumlah sarkomer dalam sel-sel miokardium sehingga dapat meningkatkan kekuatan kontraksi ventrikel sehingga curah jantung aka meningkat.
Ketiga respon ini mencerminkan usaha untuk mempertahankan curah jantung. Mekanisme ini mungkin memadai untuk mempertahankan curah jantung pada tingkat normal atau hampir normal pada awal perjalanan gagal dan pada keadaan istirahat. Namun, kelainan kerja ventrikel  dan menurunnya curah jantung biasanya tampak saat beraktivitas. Dengan berlanjutnya gagal jantung, maka kompensasi akan menjadi semakin kurang efektif.Klasifikasi
Gagal jantung dapat dibagi menjadi gagal jantung kiri dan gagal jantung kanan. Gagal jantung juga dapat dibagi menjadi gagal jantung akut, gagal jantung kronis dekompensasi, serta gagal jantung kronis. Klasifikasi berdasarkan Killip digunakan pada penderita infark miokard akut, dengan pembagian:
  • Derajat I     :    Tanpa gagal jantung
  • Derajat II    :    Gagal jantung dengan ronki basah halus di basal paru, S3 galop dan peningkatan tekanan vena pulmonalis
  • Derajat III :    Gagal jantung berat dengan edema paru seluruh lapangan paru.
  • Derajat IV :    Syok kardiogenik dengan hipotensi (tekanan darah sistolik < 90 mmHg) dan vasokonstriksi perifer (oliguria, sianosis dan diaforesis)
Klasifikasi Stevenson menggunakan tampilan klinis dengan melihat tanda kongesti (adanya ortopnea, distensi vena juguler, ronki basah, refluks hepato jugular, edema perifer, suara jantung pulmonal yang berdeviasi ke kiri, atau square wave blood pressure pada manuver valsava) dan kecukupan perfusi (adanya tekanan nadi yang sempit, pulsus alternans, hipotensi simtomatik, ekstremitas dingin dan penurunan kesadaran). Pasien yang mengalami kongesti disebut basah (wet) yang tidak disebut kering (dry). Pasien dengan gangguan perfusi disebut dingin (cold) dan yang tidak disebut panas (warm). Berdasarkan hal tersebut penderta dibagi menjadi empat kelas, yaitu:
  • Kelas I (A)            : kering dan hangat (dry – warm)
  • Kelas II (B)           : basah dan hangat (wet – warm)
  • Kelas III (L)          : kering dan dingin (dry – cold)
  • Kelas IV (C)         : basah dan dingin (wet – cold)
Berdasarkan New York Heart Association, Klasifikasi gagal jantung :
  • Kelas I       :  Tanpa keluhan – Masih bisa melakukan aktivitas fisik sehari-hari tanpa disertai kelelahan, sesak napas, ataupun palpitasi.
  • Kelas II     :  Ringan – aktivitas fisik ringan/sedang menyebabkan kelelahan, sesak napas, ataupun palpitasi, tetapi jika aktivitas ini dihentikan maka keluhan pun hilang.
  • Kelas III    :  Sedang – aktivitas fisik ringan/sedang menyebabkan kelelahan, sesak napas, ataupun palpitasi, tetapi keluhan akan berkurang jika aktivitas dihentikan.
  • Kelas IV    :  Berat – tidak dapat melakukan aktivitas fisik sehari-hari, bahkan pada saat istirahat pun keluhan tetap ada dan semakin berat jika melakukan aktivitas
 Manifestasi Klinis

Gejala dan tanda gagal ke belakang jantung kiri:
  • Dispnea (sulit bernapas)
Merupakan keluhan yang paling umum. Dispnea disebabkan oleh peningkatan kerja pernafasan akibat kongesti vaskular paru yang mengurang kelenturan paru dan peningkatan tahanan aliran udara. Dispnea saat beraktivitas (dyspneu d’effort) menunjukan gejala awal dari gagal jantung kiri.
  • Orthopnea
Orthopnea, yang didefinisikan sebagai sesak napas yang terjadi pada posisi berbaring, biasanya merupakan manifestasi lanjut dari gagal jantung dibandingkan dyspneu d’effort. Hal ini terjadi akibat redistribusi dari cairan dari sirkulasi splanchnik dan ektremitas bawah kedalam sirkulasi pusat selama berbaring, disertai dengan peningkatan tekanan kapiler pulmoner.
  • Batuk nocturnal (batuk yang dialami pada malam hari)
Merupakan gejala yang sering terjadi pada proses ini dan seringkali menyamarkan gejala gagal jantung yang lain.
  • Paroxysmal Nocturnal Dyspnea (PND)
Istilah ini berarti adanya episode akut dari sesak napas yang berat dan batuk yang biasanya terjadi pada malam hari dan membangunkan pasien dari tidur, biasanya 1-3 jam setelah pasien tidur. PND dapat bermanifestasi sebagai batuk-batuk atau wheezing, kemungkinan karena peningkatan tekanan pada arteri bronchial menyebabkan kompresi saluran udara, disertai dengan edema pulmoner interstitial yang meyebabkan peningkatan resistensi saluran udara. Diketahui bahwa orthopnea dapat meringan setelah duduk tegak, sedangkan pasien PND seringkali mengalami batuk dan wheezing yang persisten walaupun mereka mengaku telah duduk tegak.
  • Ronki
Timbulnya ronki yang disebabkan oleh transudasi cairan paru merupakan ciri khas dari gagal jantung kiri. Awalnya terdengar dibagian bawah paru-paru karena pengaruh gaya gravitasi.
  • Hemoptisis
Disebabkan oleh perdarahan vena bronkial yang terjadi akibat distensi vena.
  • Disfagia (sulit menelan)
Disebabkan oleh distensi atrium kiri atau vena pulmonalis yang menyebabkan kompresi esofagus dan disfagia.
Gejala dan tanda gagal ke belakang jantung kanan:
  • Kongesti vena sistemik
Dapat diamati dengan peningkatan tekanan vena jugularis (JVP), vena-vena leher mengalami bendungan. Tekanan vena sentral (CVP)  dapat meningkat secara paradoks selama inspirasi jika jantung kanan yang gagal tidak dapat menyesuaikan terhadap peningkatan aliran balik vena ke jantung selama inspirasi.
  • Hepatomegali (pembesaran hati)
Nyeri tekan hati dapat terjadi akibat peregangan kapsula hati.
  • Keluhan gastrointestinal.
Anorexia, nausea, dan perasaan penuh yang berkaitan dengan nyeri abdominal merupakan gejala yang sering dikeluhkan dan dapat berkaitan dengan edema pada dinding usus dan/atau kongesti hepar.
  • Edema perifer
Terjadi akibat penimbunan cairan dalam ruang interstisial. Edema mula-mula tampak pada bagian tubuh yang bergantung seperti palpebra pada pagi hari. Siangnya edema akan tampak pada ekstremitas terutama tungkai akibat gravitasi.
  • Nokturia (diuresis malam hari)
Nokturia disebabkan oleh redistribusi cairan dan reabsorpsi pada waktu berbaring.
  • Asites dan edem anasarka
Gagal jantung yang berlanjut dapat menimbulkan asites atau edema tubuh generalisata.

Gejala dan tanda gagal ke depan jantung kiri:
  • Hipoperfusi ke organ-organ nonvital
Penurunan cardiac output menimbulkan hipoperfusi ke organ-organ nonvital demi mempertahankan perfusi ke jantung dan otak sehingga manifestasi paling dini dari gagal ke depan adalah berkurangnya perfusi ke organ seperti kulit, otot rangka, dan ginjal.
- Kulit pucat dan dingin
disebabkan oleh vasokonstriksi perifer.
- Demam ringan dan keringat yang berlebihan
disebabkan oleh vaskonstriksi kulit yang dapat menghambat kemampuan tubuh untuk melepaskan panas.
- Kelemahan dan keletihan
disebabkan oleh kurangnya perfusi ke otot rangka. Gejala juga dapat diperberat oleh ketidakseimbangan elektrolit dan cairan atau anoreksia.
- Anuria
Akibat kurangnya perfusi darah ke ginjal.
  • Pernapasan Cheyne-Stokes
Juga disebut sebagai pernapasan periodic atau pernapasan siklik, pernapasan Cheyne-Stokes umum terjadi pada gagal jantung berat dan biasanya berkaitan dengan rendahnya cardiak ouput. Pernapasan Cheyne-Stokes disebabkan oleh berkurangnya sensitivitas pada pusat respirasi terhadap tekanan PCO2. Terdapat fase apneu, dimana terjadi pada saat penurunan PO2 arterial dan PCO2 arterial meningkat. Hal ini merubah komposisi gas darah arterial dan memicu depresi pusat pernapasan, mengakibatkan hiperventilasi dan hipokapnia, diikuti rekurensi fase apnea. Pernapasan Cheyne-Stokes dapat dipersepsi oleh keluarga pasien sebagai sesak napas parah (berat) atau napas berhenti sementara.
  • Gejala serebral
Pasien dengan gagal jantung dapat pula datang dengan Gejala serebral, seperti disorientasi, gangguan tidur dan mood, dapat pula diamati pada pasien dengan gagal jantung berat, terutama pasien lanjut usia dengan arteriosclerosis serebral dan perfusi serebral yang menurun. Nocturia umum terjadi pada gagal jantung dan dapat berperan dalam insomnia
Diagnosis
Diagnosis dibuat berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksan penunjang.
A. Anamnesis
  • Manifestasi klinis
  • Gagal jantung ringan dan moderat :
- Perasaan tidak nyaman jika berbaring pada permukaan yang datar dalam beberapa menit.
- Tekanan darah sistolik dapat normal atau tinggi.
  • Gagal jantung berat :
- Pasien harus duduk dengan tegak
- Sesak nafas
- Tidak dapat mengucapkan satu kalimat lengkap karena sesak yang dirasakan
- Tekanan darah sistolik berkurang à karena adanya disfungsi LV berat
  • Peningkatan aktivitas adrenergic menyebabkan :
- Sianosis pada bibir dan kuku
- Sinus takikardi (merupakan tanda nonspesifik)
  • Tekanan nadi dapat berkurang atau menghilang à menandakan adanya penurunan stroke volume
  • Vasokonstriksi perifer menyebabkan dinginnya ekstremitas bagian perifer
B. Pemeriksaan fisis : inspeksi  perut bisa  membuncit, palpasi dapat ditemukan  hepatomegali, perkusi, dan auskultasi bising usus biasanya normal
C. Pemeriksaan penunjang :
1. Foto toraks
  • Mengarah ke kardiomegali, LVH jantung membesar ke kiri, apeks menekan diafragma (tertanam),RVH jantung membesar ke kiri dengan apeks terangkat dari diafragma, pinggang jantung merata atau menonjol,dan ada gambaran double kontur.
  • Corakan vascular paru menggambarkan kranialisasi
  • Garis Kerley A/B
  • Infiltrat prekordial kedua paru
  • Efusi pleura
2. EKG untuk melihat penyakit yang mendasari seperti infark miokard dan aritmia. Hipertropi ventrikel kiri dimana S d V1 + R di V5/V6 ≥ 35 mm , aritmia misalnya terdapat fibrilasi atrium dimana jarak R ke R’ tidak seragam.
D. Pemerikasaan lain : pemeriksaan Hb, elektrolit, ekokardiografi untuk kelainan katup , angiografi, fungsi ginjal, dan fungsi tiroid dilakukan atas indikasi.
Laboratorium :
1. Faal ginjal :
+ Urin :
- Berat jenis <
- Volume urin menurun
- Na urin menurun, rennin meningkat aldosteron
+ Darah :
- Ureum meningkat dan kreatinin clearance menurun, maka menunjukkan gagal jantung yang berat.
- Na, Bl dan albumin menurun, sehingga meningkatkan volume darah dan cairan udema karena rennin dan aldosteron meningkat.
- Asidosis metabolic : pH turun, HCO3 turun, maka menunjukkan gagal jantung dan gagal ginjal.
2. Faal hati
  • Bilirubin darah, urin dan urobilinogen meningkat
  • LED turun
  • LDH naik, terutama LDH5
  • Fosfatase alkali naik (ringan/berat)
  • Protombin agak naik
  1. Faal paru
  • Tekanan O2 turun karena pertukaran gas terganggu , paru udema
  • Alkalosis respiratorik : pH naik, pCO2 turun, maka terjadi dapat hiperventilasi, respon terhadap hipoksemia
  • Asidosis respiratorik : pH turun, pCO2 naik, maka dapat terjadi udema paru akut yang menyebabkan kegagalan ventilasi dan retensi CO2.
Kriteria Framingham dapat pula dipakai untuk diagnosa ditegakkan gagal jantung kongestif, yaitu ditemukan minimal ada 1 kriteria mayor dan 2 kriteria minor.
Kriteria mayor :
  • Paroksismal nocturnal dispnea
  • Distensi vena leher
  • Peningkatan tekanan vena jugularis
  • Rongki basah halus tidak nyaring
  • Kardiomegali
  • Edema paru akut
  • Gallop S3
  • Refluks hepatojugular
Kriteria minor :
  • Edema ekstremitas
  • Batuk malam hari
  • Dyspneu d’effort
  • Hepatomegali
  • Efusi pleura
  • Penurunan kapasitas vital 1/3 dari normal
  • Takikardi (>120x/menit)
Kriteria mayor atau minor
Penurunan berat badan > 4,5 kg dalam 5 hari pengobatan.
Penatalaksanaan
1. Aktivitas
Walaupun aktivitas fisik berat tidak dianjurkan pada gagal jantung, suatu latihan rutin ringan terbukti bermanfaat pada pasien gagal jantung dengan NYHA kelas I-III. Pasien euvolemik sebaiknya didorong untuk melakukan latihan rutin isotonic seperti jalan atau mengayuh sepeda ergometer statis, yang dapat ditoleransi. Beberapa penelitian mengenai latihan fisik memberikan hasil yang positif dengan berkurangnya gejala, meningkatkan kapasitas latihan, dan memperbaiki kualitas dan durasi kehidupan. Manfaat pengurangan berat badan dengan restriksi intake kalori belum diketahui secara jelas
 2. Diet
Diet rendah garam (2-3 g per hari) dianjurkan pada semua pasien gagal jantung.
 3. Diuretik
Kebanyakan dari manifestasi klinik gagal jantung sedang hingga berat diakibatkan oleh retensi cairan yang menyebabkan ekspansi volume dan gejala kongestif. Diuretik adalah satu-satunya agen farmakologik yang dapat mengendalikan retensi cairan pada gagal jantung berat, dan sebaiknya digunakan untuk mengembalikan dan menjaga status volume pada pasien dengan gejala kongestif (sesak napas, orthopnea, dan edema) atau tanda peningkatan tekanan pengisian (rales, distensi vena jugularis, edema perifer). Furosemide, torsemide, dan bumetanide bekerja pada loop of Henle (loop diuretics) dengan menginhibisi reabsorbsi Na+, K+,dan Cl – pada bagian asendens pada loop of henle; thiazide dan metolazone mengurangi reabsorbsi Na+ dan Cl- pada bagian awal tubulus kontortus distal, dan diuretic hemat kalium seperti spironolakton bekerja pada tingkat duktus koligens.
4. Vasodilator
Vasodilator diindikasikan pada gagal jantung akut sebagai first line theraphy, apabila hipoperfusi padahal tekanan darah adekuat dan tanda-tanda kongesti dengan diuresis sedikit, untuk membuka sirkulasi perifer dan mengurangi pre-load. Contoh vasodilator Gliseril trinitrat 5-mononitrat, Isosorbid dinitrat, Nitropusid, dan Nesitirid.
5. ACE Inhibitor (ACEI)
Terdapat banyak bukti yang menyatakan bahwa ACE inhibitor sebaiknya digunakan pada pasien simptomatis dan asimptomatis dengan EF (Ejection fraction) menurun. ACE inhibitor mempengaruhi sistem rennin-angiotensin dengan menginhibisi enzyme yang berperan terhadap konversi angiotensin menjadi angiotensin II. Tidak hanya itu, karena ACE inhibitor (ACEI) juga dapat menghambat kininase II, sehingga dapat mengakibatkan peningkatan bradykinin, yang akan meningkatkan efek bermanfaat dari supresi angiotensin. ACEI menstabilkan LV remodeling, meringankan gejala, mengurangi kemungkinan opname, dan memperpanjang harapan hidup. Karena retensi cairan dapat menurunkan efek ACEI, dianjurkan untuk diberikan diuretic sebelum memulai terapi ACEI. Akan tetapi, penting untuk mengurangi dosis diuretic selama awal pemberian ACEI dengan tujuan mengurangi kemungkinan hipotensi simptomatik. ACEI sebaiknya dimulai dengan dosis rendah, diikuti dengan peningkatan dosis secara bertahap jika dosis rendah dapat ditoleransi.
Efek samping yang kebanyakan terjadi berkaitan dengan supresi sistem renin angiotensin. Penurunan tekanan darah dan azotemia ringan dapat terjadi selama pemberian terapi dan biasanya ditoleransi dengan baik sehingga dosis tidak perlu diturunkan. Akan tetapi, jika hipotensi diikuti dengan rasa pusing atau disfungsi renal menjadi lebih berat, maka penting untuk menurunkan dosisnya. Pada retensi potassium yang tidak berespon dengan diuretic, dosis ACE juga perlu diturunkan.
 6. Angiotensin Receptor Blocker (ARB)
Obat ini ditoleransi dengan baik pada pasien yang tidak dapat diberikan ACE karena batuk, rash kulit, dan angioedema. Walaupun ACEI dan ARB menghambat sistem rennin-angiotensin, kedua golongan obat ini bekerja dalam mekanisme yang berbeda. ACEI memblokir enzim yang berperan dalam mengkonversi angiotensin I menjadi angiotensin II, ARB memblokir efek angiotensin II pada reseptor angiotensin tipe I. Beberapa penelitian klinik menunjukkan manfaat terapeutik dari penambahan ARB pada terapi ACEI pada pasien HF kronis.
Baik ACE inhibitor maupun ARBs memiliki efek serupa terhadap tekanan darah, fungsi ginjal, dan potassium. Sehingga efek samping kedua obat tersebut serupa pula.
 7. β-Adrenergic Receptor Blockers
Terapi Beta blocker menunjukkan kemajuan utama dalam penanganan pasien dengan penurunan EF. Obat ini mempengaruhi efek berbahaya dari aktivasi sistem adrenergic yang berkepanjangan dengan secara kompetitif memblokir satu atau lebih reseptor adrenergik (α1, β1, and β2). Walaupun terdapat manfaat potensial dalam memblokir tiga reseptor ini, kebanyakan efek penurunan aktivasi adrenergic dimediasi oleh reseptor β1. Jika diberikan bersamaan dengan ACEI, beta blocker menghambat proses LV remodeling, meringankan gejala pasien, mencegah opname, dan memperpanjang harapan hidup. Maka dari itu beta blocker diindikasikan pada pasien HF simptomatik atau asimptomatik dengan EF menurun (<40%).
Efek samping dari beta bloker biasanya terkait dengan komplikasi yang timbul dari penurunan sistem saraf adrenergic. Reaksi ini umumnya terjadi beberapa hari setelah permulaan terapi dan biasanya responsive setelah dosis dikurangi. Terapi betabloker dapat menyebabkan bradykardia dan/atau eksaserbasi heart block. Maka dari itu, dosis beta blocker sebaiknya diturunkan jika heart rate menurun hingga <50>1 receptor yang dapat mengakibatkan efek vasodilatasi.
 8. Antagonis Aldosteron
Walaupun dikategorikan sebagai diuretic hemat kalium, obat yang memblokir efek aldosteron (spironolakton atau eplerenon) memiliki efek bermanfaat yang independent dari efek keseimbangan sodium. Walaupun ACEI dapat menurunkan sekresi aldosteron secara transient, dengan terapi jangka panjang, kadar aldosteron akan kembali seperti sebelum terapi ACEI dilakukan. Maka dari itu, pemberian antagonis aldosteron dianjurkan pada pasien dengan NYHA kelas III atau kelas IV yang memiliki EF yang menurun (<35%).
Permasalahan utama pemberian antagonis aldosteron adalah peningkatan resiko hyperkalemia, dimana lebih cenderung terjadi pada pasien yang menerima terapi suplemen potassium atau mengalami insufisiensi renal sebelumnya. Antagonis aldosteron tidak direkomendasikan jika kreatinin serum >2.5 mg/dL (atau klirens kreatinin <30>5.0 mmol/L.
 9. Antikoagulan dan Antiplatelet
Pasien HF memiliki peningkatan resiko terjadinya kejadian thromboembolik. Pada penilitan klinis, angka kejadian stroke mulai dari 1,3 hingga 2,4% per tahun. Penurunan fungsi LV dipercaya mengakibatkan relative statisnya darah pada ruang kardiak yang berdilatasi dengan peningkatan resiko pembentukan thrombus. Penatalaksanaan dengan warfarin dianjurkan pada pasien dengan HF, fibrilasi atrial paroxysmal, atau dengan riwayat emboli sistemik atau pulmoner, termasuk stroke atau transient ischemic attack (TIA). Pasien dengan iskemik kardiomyopati simptomatik atau asimptomatik dan memiliki riwayat MI dengan adanya thrombus LV sebaiknya diatasi dengan warfarin dengan permulaan 3 bulan setelah MI, kecuali terdapat kontraindikasi terhadap pemakaiannya.
Aspirin direkomendasikan pada pasien HF dengan penyakit jantung iskemik untuk menghindari terjadinya MI dan kematian. Namun, dosis rendah aspirin (75 atau 81 mg) dapat dipilih karena kemungkinan memburuknya HF pada dosis lebih tinggi.
Daftar Pustaka
1. Ahlquist David A, Camilleri M. Harrison’s Principles of Internal Medicine. 15th edition. Braunwald, Fauci, Kasper et all (Editor). 2008.
2. Simadibrata K, Daldiyono. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Aru W Sudoyo (Editor), Balai Penerbit UI. Jakarta, 2006.
3. Naskah lengkap penyakit dalam. Pertemuan Ilmiah Tahunan Ilmu Penyakit Dalam 2007.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

(TUGAS 2) Bahaya dan Akibat Merokok


A.     Arti & pengertian rokok
            Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita.  Merokok sudah menjadi kebiasaan   yang   sangat   umum   dan   meluas   di   masyarakat.  Bahaya  merokok  terhadap kesehatan tubuh telah diteliti  dan dibuktikan banyak orang. Efek-efek yang merugikan akibat merokok   pun   sudah  diketahui  dengan  jelas.  Banyak  penelitian  membuktikan  kebiasaan merokok  meningkatkan  risiko  timbulnya  berbagai  penyakit  seperti  penyakit  jantung  dan gangguan pembuluh darah,kanker paru - paru,  kanker  rongga  mulut,  kanker laring,  kanker  osefagus, bronkhitis, tekanan darah  tinggi,  impotensi  serta gangguan  kehamilan  dan  cacat  pada   janin.  Pada  kenyataannya  kebiasaan  merokok  ini sulit dihilangkan dan jarang diakui orang sebagai suatu kebiasaan buruk. Apalagi  orang  yang  merokok  untuk mengalihkan diri dari  stress  dan tekanan emosi, lebih sulit melepaskan  diri  dari  kebiasaan  ini  dibandingkan  perokok  yang tidak memiliki latar belakang depresi.
Penelitian  terbaru  juga menunjukkan adanya bahaya dari seconhandsmoke yaitu asap rokok  yang  terhirup  oleh  orang-orang bukan perokok karena berada di sekitar perokok atau bisa  disebut  juga dengan  perokok  pasif.  Rokok  tidak  dapat  dipisahkan  dari  bahan  baku  pembuatannya  yakni  tembakau.  Di   Indonesia  tembakau  ditambah  cengkeh  dan  bahan – bahan lain dicampur untuk dibuat rokok kretek.Selain kretek tembakau juga dapat  digunakan sebagai  rokok  linting,  rokok  putih,  cerutu, rokok pipa dan tambakau tanpa asap (tembakau kunyah).
Dari  hari  ke  hari  jumlah perokok kian bertamabah. Hal inilah yang nantinya akan membuat suatu malapetaka yang besar bagi kesehatan tubuh kita.

B.     Zat yang Tergandung dalam  Rokok
1.      Nikotin
Zat ini mengandung candu bisa menyebabkan seseorang ketagihan untuk terus menghisap rokok.
Pengaruh bagi tubuh manusia :
a.       Menyebabkan kecanduan atau ketergantungan merusak jaringan otak
b.      Menyebabkan darah cepat membeku
c.       Mengeraskan dinding arteri
2.      Tar
Bahan dasar pembuatan aspal yang dapat menempel pada paru-paru dan bisa menimbulkan iritasi bahkan kanker
Pengaruh bagi tubuh manusia :
a.       Membunuh sel dalam saluran darah
b.      Meningkatkan produksi lendir diparu-paru
c.       Menyebabkan kanker paru-paru
3.      Karbon monoksida
Gas yang menimbulkan penyakit jantung karena gas ini bisa mengikat oksigen dalam tubuh
Pengaruh bagi tubuh manusia :
a.       Mengikat hemoglobin, sehingga tubuh kekurangan oksigen
b.      Menghalangi transportasi dalanm darah
4.      Zat Karsinogen
Pengaruh bagi tubuh :
a.       Memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh
5.      Zat iritan
Pengaruh bagi tubuh manusia :
a.       Mengotori saluran udara dan kantung udara dalam paru-paru
b.      Menyebabkan batuk
Sebagaimana kita ketahui zat-zat asing berbahaya yang dihisap oleh perokok tersebut
adalah zat yang terkandung dalam asap rokok dan ada 4000 zat kimia yang terdapat dalam sebatang rokok, 40 diantaranya tergolong zat yang berbahaya misalnya : hidrogen sianida (HCN), arsen, amonia, polonium, dan karbon monoksida (CO). Zat kimia yang dikeluarkan ini terdiri dari komponen gas 85% dan partikel.

C.    Dampak rokok
Saat ini, rokok telah  mulai  dikonsumsi  oleh para remaja bahkan juga anak-anak. Hal ini memunculkan  keprihatinan mengingat bahaya rokok bagi seseorang. Kenakalan remaja identik juga  dengan   remaja   yang  merokok.  Kebanyakan remaja nakal dan remaja yang suka tawuran adalah perokok.
Bahaya   rokok   terutama   adalah   bagi  kesehatan. Kita tahu bahwa rokok mengandung banyak sekali  racun   dan   nikotin   yang   pada   akhirnya   dapat  menyebabkan  penyakit, kanker paru, impotensi  dan  bahkan  serangan  jantung.  Semakin  dini  seseorang mengkonsumsi rokok maka semakin banyak racun yang terkumpul di tubuhnya. Hal  ini bisa menghambat pertumbuhan fisik atau menyebabkan serangan penyakit  pada masa dewasa atau masa tuanya. Padahal masa remaja merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang penting.
Selain   kesehatan,   rokok   juga   berdampak kurang baik bagi perkembangan psikologis remaja. Rokok   identik   dengan   pergaulan   remaja   yang   lebih   rentan  terhadap  kenakalan daripada pergaulan   remaja   tanpa   rokok.  Pergaulan   remaja  dengan rokok cenderung memberi remaja pemikiran   bahwa   rokok   bisa   menjadi   pelarian   akan  tiap masalah. Remaja kemudian akan merokok  ketika  mendapat  masalah  dalam hidupnya. Di dalam rokok memang mengandung zat yang  bisa   membuat   perokok   merasa   lebih   baik  namun tentunya hal ini juga menyebabkan kecanduan. Kecanduan akan rokok terbilang sulit untuk diatasi.
Pergaulan   remaja   dalam  lingkungan perokok juga dapat mengantarkan pada kenakalan remaja yang lebih  besar  lagi  yakni  penggunaan  obat terlarang dan pergaulan bebas. Menghisap rokok yang sebenarnya adalah obat  terlarang  bisa saja  dialami. Dengan demikian, remaja bisa dengan mudah masuk  dalam  pengaruh  obat terlarang dan mengalami kecanduan. Selain itu, rokok juga menyebabkan  remaja  menjadi  lebih boros  karena  harus mengeluarkan uang secara rutin untuk membeli  rokok.  Apalagi  jika  sudah  terkena  pergaulan  remaja   yang   negatif,  bisa-bisa anak berusaha mengambil harta orang tuanya.
Oleh  sebab  itu,  perkenalkanlah   sejak  dini  mengenai  bahaya rokok bagi remaja Anda. Hal ini setidaknya  membuat  remaja  berpikir  dua kali untuk menjadi kecanduan. Berikan nasihat untuk menghindari   pergaulan  dengan remaja perokok lainnya. Rokok memang membuat diri menjadi lebih enak untuk sementara namun dapat berdampak fatal nantinya.

D.     Upaya pencegahan
Sebagian  besar  perokok  yang  udah atau berniat untuk menghentikan kebiasaan merokok perlu menggunakan  cara  mereka  sendiri. Para perokok ringan, yang sangat berkeinginan untuk untuk menghentikan  kebiasaan  merokok,  akan  dapat berhasil dalam usaha mereka bila menggunakan cara mereka sendiri yang paling sesuai untuk mereka.
Setiap orang  yang  ingin   berhenti  merokok  memerlukan suatu cara yang sesuai untuk masing-masing. Hasil  studi   baru-baru   ini   di  Inggris menunjukkan bahwa 69% perokok dewasa ingin berhenti  merokok.  Nikotin  adalah  zat yang paling membuat orang ketagihan sehingga berhenti merokok  tidaklah  mudah  walaupun  motifasinya  amat tinggi. Perokok menyadari bahwa upaya awal  untuk  menghentikan  kebiasaan  merokok seringkali tidak berhasil sehingga perokok yang ingin  berhenti  harus  siap  untuk  melakukan usaha berkali kali. Upaya berulang kali ini penting artinya  karena   akan   berupa   intervensi  awal.  Setiap  orang  harus  mencoba  berbagai  teknik intervensi  untuk  menentukan  mana   yang  paling   sesuai,   dengan  menyadari bahwa mungkin diperlukan  tiga  sampai  empat  kali  percobaan  sebelum  menemukan   cara  yang sesuai. Harus dijelaskan kepada setiap perokok yang berupaya untuk  menghentikan kebiasaannya bahwa gagal sekali   dan  mengulangi  kembali  bukanlah  berarti  kegagalan  program, melainkan hanya suatu hambatan kecil menuju suatu langkah yang akhirnya menuju keberhasilan.
Model  tahapan   perubahan   dari   Prochaska  dan  DiClemente  penting bagi perokok yang jelas kurang  termotivasi  untuk  secara  aktif  melaksanakan  suatu  program  menghentikan kebiasaan merokok. Model ini, yang berawal dari praa-kontemplasi  ke  kontemplasi kemudian periaan dan akhirnya  tindakan,  mencakup   lingkup  yang  luas  dari posisi para perokok. Petugas kesehatan, penyuluh  kesehatan,  peraturan  perundang – undangan  dan  dukungan  sosial, perlu mendorong kemajuan  dari  satu  tahap  ke  tahap  berikutnya.  Walaupun  suatu   Intervensi  tidak   membuat perokok  berhasil  menghentikan  kebiasaan  merokok   sepenuhnya, mungkin saja ia sudah maju dari tahap  pra-kontemplasi  ke kontemplasi. Dengan intervensi berikutnya si perokok akan dapat maju  lebih  jauh lagi sampai ke persiapan dan akhirnya ke tindakan dan menghentikan kebiasaan merokok;  upaya  berulangkali  dengan  pelajaran yang diperoleh pada tiap tahap dan setiap tahap mengarah pada sasaran akhir yaitu berhenti sepenuhnya.
Pada  tahap  pre-kontemplasi  perokok  memerlukan   informasi,  pada  tahap persiapan dan tahap tindakan  perokok  perlu  menentukan  suatu  program  dan  menetapkan  tanggal  untuk  berhenti merokok.  Para  professional dalam bidang kesehatan perlu mengetahui tahap-tahap ini dan harus siap   melaksanakan   tindakan   yang   proaktif   dan  positif, pertama  untuk membuat si perokok meningkat  sampai  ke  tahap   tindakan,  kemudian   untuk  membantu   si  perokok agar berhasil menyelesaikan program menghentikan kebiasaan merokok.
Seringkali program menghentikan kebiasaan merokok mahal biayanya atau tidak dapat dijangkau oleh  sebagian  besar  penduduk.  Oleh karena  itu para petugas pemeliharaan kesehatan, keluarga dan  teman  menjadi  mekanisme  pendukung  bagi  sebagian  besar  perokok  yang ingin berhenti merokok.  program  umum  yang  dapat  direkomendasikan  oleh  para  profesional pemeliharaan kesehatan  tidak  memerlukan biaya atau tambahan, selain keinginan kuat dari para perokok serta keluarga dan teman-teman.

Sumber :

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS